Kamis, 20 Maret 2014

Perilaku Menyimpang



A.    FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERILAKU MENYIMPANG
Secara umum perilaku individu atau sekelompok individu yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yangberlaku secara umum dalam masyarakat sering terhadi dalam kehidupan sehari-hari itulah yang disebut sebagai penyimpangan social. Perilaku menyimpang yang dilakukan oleh seseorang tidak terjadi begitu saja tanpa ada sebab-sebab yang menyertainya, karena perilaku menyimpang berkembang melalui suatu periode waktu-waktu tertentu sebagai hasildari serangkaian tahapan interaksi sosial dan adanya kesempatan untuk berperilaku menyimpang.
Adapun sebab atau faktor-faktor terjadinya perilaku menyimpang antara lain yaitu:
a.      Hasil sosialisasi yang Tidak Sempurna ( Ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan) Apabila proses sosialisasi tidak sempurna, maka dapat melahirkan suatu perilaku menyimpang. Proses sosialisasi tidak sempurna terjadi karena nilai-nilai atau norma-norma yang dipelajari kurang dapat dipahami dalam proses sosialisasi yang dijalankan, sehingga seseorang tidak  memperhitungkan resiko yang terjadi apabila ia melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan nilai dan norma sosial yang berlaku. Contoh perilaku menyimpang akibat ketidaksempurnaan proses sosialisasi dalam keluarga, bahwa anak-anak yang melakukan kejahatancenderung berasaldari keluarga yang retak/rusak, artinya ia mengalami ketidaksempurnaan dalam proses sosialisasi dalam keluarganya.
b.      Proses Belajar yang menyimpang proses belajar ini terjadi karena melalui interaksi sosial dengan orang lain terutama dengan orang-orang yang memiliki perilaku menyimpang dan sudah berpengalaman dalam hal menyimpang.
c.      Ketegangan antara Kebudayaan dan Strukutur sosial apabila peluang untuk mencari cara-cara dalam memenuhi kebutuhan hidupnya tidak diberikan, maka muncul kemungkinan akan terjadinya perilaku menyimpang.



Contoh pada masyarakat feudal tuan tanah memiliki kekuasaan istimewa atas warga yang berstatus buruh tani atau penyewa sehingga tuan tanah dapat melakukan tindakan sewenang-wenang pada buruh atau penyewa tanah yaitu dengan munurunkan upah ataupun kenaikan harga sewa . Apabila kesewenang-wenang itu terjadi secara terus-menerus, maka dapat memicu terjadinya perilakumenyimpang yang dilakukanoleh buruh dan penyewa tanah yaitu dengan melakukan kekerasan, perlawanan, penipuan, atau bahkan pembunuhan.
d.      Ikatan sosial yang berlainan
e.      Hasil Sosialisasi dari Nilai-Nilai Subkebudayaan yang menyimpang

Senin, 17 Maret 2014

FORMASI JITU


   FORMASI  4-1-2-3

Kali ini saya akan membagikan beberapa formasi tagguh saya,, yang sudah terbukti dpt menjuarai Liga

Beberapa catatan penting bahwa Setiap Formasi juga harus sesuai dengan Pemain

1. Dalam Formasi ini dibutuhkan Pemain dengan posisi sebagai berikut ;
    a.  1 GK
    b.  2 DC
    c.  1 DL,, DR,,, dan DMC
    d.  2 MC
    e.  1 AML,,, dan AMR
    f.   1 ST

Seperti digambar dibawah merupakan formasi favorit sy :

- AML dan AMR dikasih tanda panah merah supaya dia seakan-akan bisa menjadi Winger
- DR dan DL tidak dikasih tanda merah atau biru berfungsi untuk membantu sayap ketika menyerang dan       membantu pertahanan ketika diserang
- DMC dan DC diberi tanda biru berfungsi untuk fokus bertahan,, dan ketika ada serangan balik tim kita         masih aman karena masih ada 3 pemain sebelum kiper

2. Dan dengan Perintah sepeti ini :

- Mental Tim : Menyerang,, karena sangat berbahaya kalau dikasih Sangat Menyerang,, serangan balik rentan gol
- Fokus Umpan : Bawah Kedua Sayap,,, berarti kita sangat mengandalkan para pemain sayap kita dalam hal mengumpan,, kualitas pemain di sisi sayap harus bagus dalam hal Mengumpan dan memberikan konstribusi lewat gol                      
- Gaya Tekanan Seluruh Lapangan : untuk langsung menekan pemain lawan di wilayah pertahanan mereka,,    karena ini sngt cocok dengan mental tim yg menyerang
- Gaya Umpan Panjang : mengingat pemain kita jaraknya agak berjauhan,, kecuali tiga gelandang             ditengah,,, jadi umpan panjang sngt membantu kita,,, apalagi ketika melawan tim  yang formasinya saling berdekatan antara satu pemain dan pemain lainnya.                                  
- Gaya Penjagaan Daerah : Karena Setiap pemain menjaa daerahnya masing-masing dan sangat cocok untuk  gaya tekanan yang seluruh lapangan. Contohnya AML kita menekan DR lawan yang menyebabkan pemain itu tidak dapat membantu penyerangan.                                          
- Serangan Balik dan Mainkan Jebakan Offside juga sngt bagus diterapkan untuk menghindari serangan balik,,,

SEDIKIT CATATAN : SALAH SATU KELEMAHAN FOMASI INI ADALAH LAWAN YANG MEMAKAI FORMASI 4-1-2-1-2


SEKIAN DULU INFORMASI DARI SAYA BESOK SAYA AKAN UPDATE LAGI FORMASI YANG LAINNYA

SMANSA LEAGUE